Tampilkan postingan dengan label My Family My Team. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Family My Team. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 April 2017

PROYEK KELUARGA, PROYEK BERKELANJUTAN DI DUNIA SAMPAI BERAKHIR KE SURGA

Pada awal diberikannya materi ketiga ini mengenai "My Family My Team", saya sempat agak bingung untuk menentukan apa yang mau saya angkat sebagai family project kami. Kebetulan beberapa hari setelah diberikan tugas ini, kami sekeluarga akan menghadiri acara Perak yang diadakan rutin oleh Keluarga Padepokan Margosari yang tahun ini kebetulan diadakan di Rancabali, Kab. Bandung. Dan ternyata tema yang diusung pada Perak 2017 ini adalah mengenai "Family Project". Wah, pas sekali ternyata dengan materi yang saat ini sedang saya ikuti di perkuliahan Bunda Sayang. Pada akhirnya saya mengajak suami berdiskusi mengenai materi yang ada di 2 kegiatan tersebut. Kami berdiskusi panjang lebar membahas proyek apa yang ingin kami wujudkan ke depannya. Sempat merasa bingung juga karena sepertinya kok proyek ini adalah sesuatu yang harus 'wah' karena kesan dari kata 'proyek' itu sendiri. 

Kemudian di WA grup Perak Pak Dodik menjelaskan dengan detail seperti apa sih "Family Project" itu sebenarnya. Tidak perlu pusing akan membuat proyek seperti apa, kegiatan rutin dan sederhana dalam rumah pun bisa kita sulap menjadi proyek sederhana asal diikat dengan makna sehingga membuatnya tampak berbeda dari sekedar kegiatan rutin sehari-hari. Dari situ akhirnya saya dan suami berdiskusi bahwa proyek keluarga ini haruslah sebagai 'kendaraan' kami sekeluarga dalam menjalankan misi keluarga kami dalam menggapai Surga-Nya. Tentu saja dalam pelaksanaannya tidak akan mudah sebab tujuan ingin bersama-sama dengan keluarga supaya bisa masuk surga itu sungguhlah memerlukan berbagai macam usaha dan pastinya akan banyak berbenturan dengan hal-hal yang tidak mudah untuk kami jalani. Namun, Bismillah.. Kami niatkan untuk saling menguatkan dan berpegangan tangan agar kami bisa mewujudkan proyek keluarga yang tujuannya nanti bisa membawa kami sekeluarga berkumpul kembali di surga-Nya. Bukan kah tidak ada hal yang tidak mungkin bila kita memiliki niat yang sungguh-sungguh serta dibarengi dengan usaha juga doa. Insya Allah..

Untuk menapaki sesuatu yang besar, perlu langkah kecil dulu tentunya. Ini yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk memulai proyek dari hal-hal yang sederhana dulu di rumah. Yang penting semua anggota keluarga diusahakan harus bisa terlibat di dalamnya dan juga enjoy menjalankannya. Yang terpenting ketika proyek telah berakhir tidak lupa untuk melakukan apresiasi serta mengikat makna apa yang kita dapatkan setelah mengerjakan proyek ini. Alhamdulillah, dengan adanya tugas proyek keluarga ini membuat bonding kami bertiga menjadi terbangun dan kami bisa mengetahui potensi masing-masing anggota keluarga ketika menjalankan proyek ini. Kami akhirnya bisa mengidentifikasi apa saja kegiatan yang membuat mata satu sama lain berbinar sehingga kami dengan mudah bisa menentukan siapa yang akan menjadi pimpinan proyek yang akan kami kerjakan. Hal-hal insidentil pun dapat kami buat menjadi proyek tidak terduga dan akhirnya ini membuat kami ketagihan untuk terus mencoba banyak kegiatan dan memoles itu menjadi banyak proyek dengan mengklasifikasikannya sesuai dengan waktu yang telah kami tetapkan.

Setelah mengikuti acara Perak dan berakhirnya materi ketiga dalam perkuliahan Bunda Sayang ini akhirnya kami memutuskan untuk membuat "Proyek Jariyah" yang akan kami laksanakan sebagai proyek berkesinambungan kami ke depannya. Seperti yang telah saya sebutkan di atas bahwa, kami ingin setiap proyek yang kami lakukan ini bisa menjadi kendaraan kami dalam menggapai kebermanfaatan bagi diri kami dan sesama yang mana bisa mengantarkan kami dalam meraih pahala dan ridho Ilahi sehingga bisa bersama-sama sukses masuk Surga. Semoga Allah SWT meridhoi semua rencana kami ini, Aamiin...

Sabtu, 08 April 2017

Family Project #8 - Persiapan Jelang Wisuda Ayah

Subuh tadi Ayah baru saja tiba di Bandung setelah menempuh hampir 10 jam perjalanan dari Semarang menuju Bandung. Kedatangan Ayah ke Bandung tidak lain adalah untuk menghadiri wisuda kelulusannya yang akan 

Jumat, 07 April 2017

Family Project #7 - Sedekah Jum'at

Dimulai akhir tahun lalu komunitas IIP Semarang rutin mengadakan sedekah Jum'at berupa nasi bungkus yang dibagikan kepada penyapu jalan, pemulung, marbot mesjid, tunawisma, dan kaum dhuafa lainnya. Biasanya saya dibantu oleh teman-teman yang lokasi rumahnya berdekatan dengan rumah kami untuk bersama-sama membagikan nasi bungkus ini. Tentunya saya juga dibantu oleh putri semata wayang kami Tazkiya Rahmannisa Hakim.

Terkadang kami berdua bisa membagikan 40-100 bungkus nasi yang mana baru selesai ketika pukul 11.00 siang. Dalam perjalanan kami memburu target sedekah banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan oleh Kakak. "Kenapa kita harus kasih mereka nasi ini,Bun?", " Bunda, Kakak nggak mau kasih pemulung itu karena dia ngerokok. Berarti dia punya uang kan Bun, nggak pantes kita kasih nasi ini!", atau "Alhamdulillah ya kita bukan orang susah seperti mereka, kasihan mereka hidupnya susah begitu mana zaman susah kayak begini kan, Bun? Rasanya Kakak ingin kirim surat ke Presiden Jokowi, kenapa kok zaman susah uang begini, Pak? Kapan nggak susahnya?", dst.

Saya selalu berusaha menjawabnya dengan apa adanya dan mengajaknya bersentuhan dengan realita yang terjadi di lapangan. Bahwa diluar kita ternyata masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Dalam hal ini saya bisa memberikan nasehat dan gambaran tentang kondisi yang nyata terjadi di lingkungan sekitar, mengajarkan konsep pola hidup sederhana, dan tentunya selalu bersyukur di setiap waktu. Tujuan kami membenturkannya dengan fenomena sosial ini adalah agar mempertajam serta mengasah kepekaan sosialnya. Agar ke depannya dia tidak memiliki kepribadian yang individualis, egois, dan acuh terhadap isu-isu sosial. Semoga Kakak bisa menjadi perantara kebaikan dan saluran rezeki bagi kaum papa yang termarjinalkan. Doa kami selalu bersamamu, Nak...

Foto ILva N. Hakim.

#TantanganHari10
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Kamis, 06 April 2017

Family Project #6 - Membuat Roti Manis

Roti adalah salah satu makanan kegemaran Kakak Tazkiya Rahmannisa Hakim apalagi roti coklat itu adalah varian favoritnya jika kami mengajaknya membeli roti di toko roti langganan.

Kebetulan teman saya Mbak Neneng membuka kelas baking dan salah satunya diajari membuat roti manis sederhana anti gagal. Akhirnya kami memutuskan untuk ikut kelas baking di rumahnya. Acaranya dimulai pukul 09.00-12.00 dengan membuat 4 macam roti yaitu roti pizza, roti coklat, roti vanilla, dan roti pisang keju.

Kakak pun khusyu menguleni adonan dengan dipandu oleh Tante Neneng sebagi chef utamanya. Terlihat serius sekali mengerjakan tahap demi tahap yang diinstruksikan oleh Tante Neneng. Walaupun ketika menghias dan memasukkan isi roti masih dibantu oleh Tante Neneng namun hampir tahap menguleninya dia kerjakan sendiri. Ketika rotinya masuk oven pun Kakak tidak sabar menengoknya melewati kaca oven untuk memastikan apakah rotinya sudah matang sempurna.

Setelah semua rotinya matang, Kakak terlihat senang sekali dan berkata bahwa membuat roti ternyata prosesnya membutuhkan waktu yang lumayan ya, Bunda. Yang saya syukuri adalah Kakak menyadari bahwa setiap makanan yang tersaji dan tersedia di rumah itu semuanya tidak instan dan membutuhkan proses dalam pembuatannya. Sehingga makanan harus habis tidak boleh bersisa apalagi sampai dibuang-buang.

Proses membuat makanan dari hulu sampai hilir inilah yang merupakan salah satu hal dalam pendidikan Home Education (HE) yang kami ajarkan kepada anak kami mengenai salah satu dari Kemampuan Dasar Kemandirian Anak. Selain itu pula kami mengembangkan fitrah seksualitasnya, memperkenalkan aktivitas yang lazim dikerjakan oleh seorang wanita, dan mengembangkan kemampuan dirinya dalam melayani diri sendiri ataupun orang lain perihal membuat makanan ini. Sehingga besar harapan kami di masa yang akan datang dia tidak canggung mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan dapur dll.

Rabu, 05 April 2017

Family Project #5 - Berkunjung ke Kantor Pos

Hari ini agenda kami adalah mengunjungi kantor pos terdekat untuk belajar mengenai perangko dan cara berkirim surat. Pertama-tama Kakak sudah menyiapkan surat yang akan dia kirim beserta amplop putih panjang yang sudah dia tulis alamat serta nama penerima suratnya. Sepintas saya baca memang hanya sedikit saja isi dari tulisan yang dia tulis pada suratnya karena memang ini adalah hal baru dan juga pertama kali bagi dirinya sehingga mungkin pada awalnya dia belum mendapat gambaran apa sih surat menyurat (korespondensi) itu. Awalnya dia tertarik ingin mengirim surat adalah karena beberapa minggu yang lalu dia mendapatkan sebuah surat dari seorang anak kecil berusia 3 tahun yang meminta ingin berkorespondensi dengannya. Memang saya pernah mengisikan tentang biodata dan alamat kami pada sebuah grup homeschooling untuk bersedia berkorespondensi. Setelah menerima sebuah surat dari sahabat penanya itu tiba-tiba membuat Kakak penasaran dan ingin sekali belajar membuat surat serta ingin mengetahui bagaimana proses pengiriman surat itu. Akhirnya saya menawarkan untuk mengajaknya ke kantor pos jika memang dia ingin mengirim surat dan diapun mengangguk setuju. Tanpa pikir panjang lagi saya jadikan ini sebagai project hari ini berdua bersama Kakak.

Kali ini yang menjadi Pimpinan Project (Pimpro) adalah Kakak Tazkiya dan saya sebagai fasilitator dan bagian seksi keuangan dan transportasi. Kami akhirnya mengendarai motor berdua menuju kantor pos terdekat untuk membeli perangko serta mengirimkan surat. Kebetulan karena awal bulan situasi di kantor pos lumayan rame dikarenakan banyak orang yang akan melakukan transaksi pembayaran dan pengambilan uang. Sehingga Kakak pun harus mengantri untuk bisa membeli perangko, tidak lama sekitar 10 menit berlalu Kakak sudah dapat dilayani oleh bapak pegawai posnya untuk membeli perangko seharga Rp. 5,000,00 yang bergambar Ibu Hj. Ani Yudhoyono. Setelah mendapatkan perangko kemudian Kakak segera menghampiri sebuah meja yang disediakan untuk tulis menulis dan disanalah Kakak sibuk menempel perangko tersebut. Setelah selesai kemudian kembali mengantri untuk menyerahkan amplop yang sudah ditempeli perangko.


Belum kami meninggalkan kantor pos, Kakak sudah ribut menanyakan kapan suratnya sampai dan diterima ya, Bun? Duh, nampaknya Kakak sudah tidak sabar ingin suratnya segera sampai padahal menurut Bapak yang ada di kantor pos tadi mengestimasikan surat sampai antara 5-7 hari. Lumayan lama juga ya ternyata, mungkin karena menggunakan perangko sepertinya. Kalau saja menggunakan jasa paket pos mungkin lebih cepat sampai, namun harga ongkos kirimnya yang pastinya lumayan mahal dibanding harga perangko. Ya tidak apa-apa lama sampainya yang terpenting Kakak belajar menggunakan media komunikasi yang pernah dipakai pada masa lalu yang masih eksis digunakan hingga saat ini. Juga mengenalkan pada Kakak mengenai perangko serta alur dalam mengirimkan surat. Sungguh pelajaran yang sangat berharga bagi kami dan mungkin akan lebih bagus lagi jika kami mengunjungi kantor pos besar yang mana disana pasti banyak sekali hal yang bisa dipelajari oleh Kakak tidak hanya mengenai perangko saja tapi bisa juga belajar mengenai benda-benda pos lainnya yang tidak kalah penting dan pastinya menarik. Insya Allah ke depannya akan kami agendakan untuk mengunjungi kantor pos besar untuk menambah referensi dan wawasan mengenai benda-benda pos. Ayo, siapa yang mau ikut dengan kami? Hehehe..
#TantanganHari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Selasa, 04 April 2017

Family Project #4 - Persiapan Acara Pengajian Bulanan di Rumah Enin

Pagi ini saya terbangun dan mulai bingung mau mengerjakan project apa ya kali ini? Hingga siang pun sama sekali tidak terbesit ide di kepala. Menjelang waktu Shalat Ashar tiba-tiba ibu saya memberitahukan bahwa akan ada pengajian nanti malam di rumah, nanti tempatnya di lantai 2 jadi minta tolong bantu-bantu untuk membereskan rumah yang mirip kapal pecah karena memang rumah orangtua saya sedang renovasi. Aha! Tanpa pikir panjang saya jadikan ini sebagai family project kami yang keempat dalam tantangan sepuluh hari ini. Saya lalu membuka forum keluarga untuk membagi jobdesk dalam project kali ini.

Nama Project: Persiapan Acara Pengajian Bulanan di Rumah Enin
Pimpinan Project: Enin
Sie. Konsumsi: Enin
Sie. Logistik: Engking
Sie. Kebersihan: Semua Anggota Keluarga

Setelah menentukan jobdesk masing-masing akhirnya semua segera membersihkn area rumah baik di lantai satu maupun di lantai dua. Sedangkan Enin sibuk di dapur memassak makanan yang akan dihidangkan pada saat acara pengajian. Sisanya sibuk membereskan dan membersihkan barang-barang yang memenuhi setiap sudut rumah. Seru sekali karena sembari membereskan rumah lalu menemukan 'harta karun' yang sudah lama hilang ternyata tersimpan di tumpukan barang-barang lama. Dalam kegiatan ini pun terlihat antusiasme Kakak mengerjakan project ini, terlihat sangat happy sekali dan matanya pun berbinar-binar senang. Apalagi ini merupakan project keluarga yang mana melibatkan keluarga besar kami walau tanpa suami karena kami sedang berada di Bandung sedangkan suami berada di Semarang.
#TantanganHari7
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Senin, 03 April 2017

My Family Project #3 - Mengunjungi acara kopdar di komunitas HEbAT Bandung

Tidak terasa sudah memasuki family project yang ketiga nih, senang banget karena rasanya membuat saya terutama menjadi ketagihan untuk membuat aktivitas rutin dan sederhana kami dikemas sebagai project keluarga. Ini penting sekali lho, untuk apa kita membuat project keluarga? Salah satunya adalah untuk memperkuat bonding antar setiap anggota keluarga dan juga untuk mengikat makna yang terjadi dalam setiap aktivitas yang kita kerjakan bersama-sama anggota keluarga di rumah. Memang awalnya agak bingung juga mau seperti apa membuat project keluarga ini? Namun setelah kepulangan kami dari acara Perak kemarin yang ternyata temanya sama dengan materi di kuliah 'Bunda Sayang'. Akhirnya perlahan-lahan kami mengetahui apa sih sesungguhnya yang dimaksud dengan family project itu. Ternyata membuat project keluarga itu tidak melulu harus yang ribet dan wah, cukup dimulai dari hal-hal sederhana yang rutin dilakukan atau kegiatan sederhana keluarga yang memang disukai dan disepakati oleh setiap anggota keluarga untuk dikerjakan bersama-sama. Intinya project keluarga itu semua anggota keluarga wajib ikut terlibat dan bahagia bersama.

Oh iya sampai saya lupa untuk melaporkan mengenai project kedua keluarga kami mengenai 'Melayani Pak Tukang di Rumah Enin' ini kebetulan sudah selesai di Hari Jumat saja. Karena kebetulan ada warga kampung dekat rumah orangtua saya yang meninggal dan ternyata para tukang adalah tetangga almarhum sehinga mereka harus ikut turun membantu mengurusi jenazah dan pemakamannya. Sedangkan lusanya adalah hari libur mereka sehingga kami pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri project kedua ini. Yang membuat saya senang dan bersyukur adalah bahwa kami benar-benar mengerjakan project ini di hari Jum'at kemarin itu dengan sungguh-sungguh sehingga ketika projectnya harus berhenti di tengah jalan pun kami tidak merasakan kecewa sebab sudah berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kami. Pada akhirnya misi kedua project kami ini dinyatakan Mission Accomplished..

Hingga akhirnya karena project kedua ini selesainya tidak sama dengan estimasi yang telah kami buat dan rencanakan. Maka, Aha! Saya punya ide untuk menjadikan acara yang akan saya kunjungi ini menjadi project sederhana kami berdua, iya kami..saya dan Tazki.


Kebetulan pagi tadi saya ada acara untuk menghadiri kopdar komunitas HEbAT Bandung di Masjid Salman ITB Bandung yang diadakan mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB. Wah, lumayan lama juga pikir saya untuk membawa anak ke acara tersebut dengan durasi waktu yang bisa dibilang memakan waktu hampir setengah hari. Saya sudah membayangkan pastilah Kakak merasa bosan nantinya di acara tersebut dan pastinya akan rewel dan meminta pulang sebelum acaranya selesai. Apalagi saya hadir ke acara tersebut tanpa ditemani oleh suami saya karena kebetulan kami sedang LDM, saya dan anak sedang liburan di Bandung sedangkan suami ada di Semarang. Jujur saya langsung dilanda kebingungan karena tidak ada partner yang bisa saya ajak bergiliran menjaga Kakak. Namun, pikiran ini langsung saya tepis sesegera mungkin dan saya melihat masalah saya ini sebagai sebuah tantangan. Dari situlah saya terpikirkan untuk membuat ini menjadi project saya bersama dengan Kakak. Akhirnya, saya panggil Kakak untuk saya beritahukan rencana saya akan kemana dan mau apa disana. Juga saya jelaskan berapa lama akan berada disana dan saya meminta kesediaannya untuk mau bersabar serta bekerja sama dengan saya agar di acara tersebut satu sama lain merasa nyaman dan tidak saling terganggu.

Oke, akhirnya kami sepakat menamakanya 'Mengunjungi acara kopdar di komunitas HEbAT Bandung' dimana yang menjadi Pimpinan Project (Pimpro) adalah saya. Dan Kakak pun yang menentukan mau menjadi apa dia dalam project ketiga kami kali ini. Di bawah ini adalah pembagian tugas dalam project kami, yaitu:
1. Pimpro : Bunda Ilva
2. Sie. Konsumsi dan Logistik : Kakak Tazki
3. Sie. Keuangan : Bunda Ilva

Setelah penentuan jobdesk, Kakak langsung menyiapkan apa saja yang sekiranya akan kami butuhkan di acara kopdar nanti. Air minum, biskuit, baju ganti, sendal jepit, mukena, dan alat tulis sudah disiapkan dalam satu ranselnya untuk dibawa nanti. Tidak lupa saya pun menitipkan pesan supaya ketika di acara nanti Kakak bisa kooperatif dan tidak mengganggu bunda maupun orang lain disana, apalagi kalau sampai rewel dan marah-marah karena merasa bosan dan ingin pulang. Setelah saya sosialisasikan rules dan kesepakatan yang telah sama-sama disetujui, maka kami pun segera bergegas menuju tempat acara dikarenakan di tengah kota dan pastinya akan macet sekali menuju ke arah sana. Kami telat datang ke acara tersebut karena mencari tempat parkiran dimana hampir semua lahan parkir dipenuhi oleh banyak kendaraan roda empat. Namun, sesampainya di ruangan ternyata acaranya pun baru saja dimulai juga. Alhamdulillah kami tidak ketinggalan materi terlalu jauh. Oh iya, disana saya tidak sengaja bertemu dengan teman sekelas saya di masa SD lho. Ada perasaan haru karena teman saya tersebut masih mengenali saya padahal saya sendiri hampir lupa dengan wajahnya. Tapi sayang saya tidak sempat mengabadikan momen bersama teman kecil saya tersebut sebab dia memilih pulang duluan sebelum berakhirnya acara. Tidak menyangka juga saya bertemu dengan teman ketika acara Perak di Rancabali tempo hari lalu, namanya Teh Rindu biasa dipanggil Teh Ndu. Alhamdulillah tambah teman tambah saudara, kami pun sempat berfoto bersama sebagai dokumentasi hehehe...

Rasanya senang sekali ternyata Kakak bisa kooperatif tidak rewel di acara ini hingga pukul 16.00 selesai acara. Dia bisa membuat nyaman dirinya dengan bermain bersama dengan anak-anak kecil yang ada di acara tersebut. Hingga tiba waktunya pulang, saya memeluknya dan mengucapkan terimakasih atas kerja samanya hari ini. Tidak lupa saya memberinya apresiasi dengan mengajaknya membeli cemilan favoritnya yaitu roti pisang dan nagasari di kantin langganan kami yang berada di Lavie Baby House. Alhamdulillah project ketiga kami pun dinyatakan Mission Accomplished..
#TantanganHari6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Jumat, 31 Maret 2017

My Family Project #2 - Melayani Pak Tukang di Rumah Enin

Sehabis acara Perak di Rancabali beberapa waktu lalu, saya dan Tazki tidak langsung pulang ke Semarang karena sudah merencanakan akan menghabiskan waktu satu bulan di Bandung. Sedangkan ayah :sudah langsung kembali lagi ke Semarang karena harus segera menyelesaikan pekerjaan di kantornya yang sempat terbengkalai karena cuti kemarin. Maka, kali ini project yang kami lakukan hanya melibatkan saya dan Tazki saja. Awalnya kami sempat bingung mau dinamakan apa ya project kedua kami ini. Singkat cerita saya mengajak Tazki diskusi tentang project lanjutan kami ini. Karena subuh tadi enin, engking, dan Ateu Ana berangkat ke Ambarawa. Maka, kami berdua kebagian tugas untuk membereskan rumah dan melayani para tukang yang sedang bekerja di rumah karena kebetulan rumah orangtua saya sedang renovasi. Bagaikan mendapat durian runtuh, kami langsung jadikan tugas ini sebagai project kedua kami. Akhirnya kami namakan "Melayani Pak Tukang di Rumah Enin". Karena biasanya enin yang membuatkan dan meyiapkan makanan untuk pak tukang, karena saat ini sedang berhalangan maka kami yang mengambil alih tugas enin sampai 3 hari ke depan. Asyiiiikkk....

Pertama-tama kami menentukan dulu siapa yang menjadi pimpinan projectnya (pimpro), saya meminta Tazki yang menjadi Pimpro atas project kali ini. Namun dia menolak dan meminta saya agar menjadi Pimpronya. Akhirnya atas kesepakatan kami berdua diputuskan bahwa yang menjadi Pimpro pada project kali ini adalah Bunda. Baiklah, saatnya menentukan jobdesk masing-masing. Kesepakatannya adalah:
- Pimpinan Project: Bunda Ilva
- Chef: Bunda Ilva
- Waiter: Kakak Tazki

Dan project kedua kami sudah dimulai pada hari ini, sungguh hal yang baru bagi kami mengurus makan dan minumnya tukang dan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami berdua. Apalagi ketika harus membuatkan kopi untuk pak tukang ini yang membuat saya kelabakan karena memang saya tidak pernah membuat kopi sebab kopi bukanlah minuman favorit saya. Dari yang bingung antara takaran kopi dan gulanya sampai airnya harus seberapa banyak ya? Bersama Tazki kami bereksperimen bersama hingga akhirnya kami berdua menemukan formula kopi yang pas. Kemudian saya buatkan roti untuk cemilan pak tukang dan Tazki yang mengantarkannya ke atas untuk dimakan oleh pak tukang. Sayangnya saya lupa kalau hari ini adalah Hari Jum'at sehingga ketika waktu menunjukkan pukul 11.30 ternyata nasi untuk dihidangkan pada pak tukang kurang dan saya pun segera membuat nasi lagi. Namun, karena setengah jam lagi sudah akan masuk waktu Shalat Jum'at maka para tukang pun memilih untuk Shalat Jum'at dulu baru nanti selepas itu mereka akan makan. Alhamdulillah jadi ada waktu untuk menyiapkan makan siang para tukang. Kami pun segera bekerja sama di dapur menyiapkan piring, nasi, lauk pauk, dan juga kerupuk. Alhamdulillah 15 menit sebelum para tukang selesai Shalat Jum'at semuanya telah siap untuk disantap. Lega rasanya, tinggal menyiapkan cemilan sore nanti untuk para tukang.

Tinggal besok menu masakan apa yang akan diberikan kepada para tukang, sepertinya yang mudah dan sederhana saja supaya tidak terlalu repot persiapannya. Oke, sekarang kami mau rebahan dulu sebentar menunggu 2 jam lagi waktu cemilan sore tiba. Sepertinya kami akan membelikan gorengan saja deh karena pagi tadi sudah saya buatkan roti dan kue-kue basah. Doakan besok kami tidak kewalahan lagi ya seperti hari ini hehehe..
#TantanganHari5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Minggu, 26 Maret 2017

Our Family Project #1 - Bandung, here we are!! Mission accomplished, yaaiiiyy...

Alhamdulillah 'ala kulli haal...

Akhirnya sampailah kami sekeluarga ke kota kelahiran, hooree...
Yup, sampai di Kota Bandung tercinta tepat pukul 04.30 WIB dan disambut meriah oleh Engking dan Eninnya Kakak. Ngobrol sebentar kemudian melanjutkan Shalat Subuh berjamaah, dan sarapan pagi. Sayang Engking dan Enin juga Ateu Ana harus pergi ke Ciwidey karena ada acara santai di pengajiannya. Akhirnya kami memutuskan untuk membahas PR yang diberikan Pak Dodik dan Bu Septi pada acara PERAK kali ini yang temanya adalah tidak jauh dari materi Bunda Sayang juga yaitu Family Project. Semula kami belum ada gambaran akan mengerjakan FamPro apa untuk menyambut Bulan Ramadhan, tapi sedikit demi sedikit mulai muncul ide dan gagasan dari kami masing-masing. Ada sekitar 4-5 project yang ingin kami jalankan dan kesemuanya ini bukan hanya FamPro saja namun ada juga project pribadi masing-masing anggota keluarga. By the way, beneran nih udara di Bandung lagi syahdu-syahdunya ditambah mendung gak ada sinar mentari yang memancar ke dalam rumah. Adeem banget pokoknya bikin badan pengen rebahan dan lanjut tidur tapi apa daya kami harus bergegas mempersiapkan jiwa raga kami kembali untuk menuntut ilmu yang lebih ketje dari para guru di universitas kehidupan.

Project keluarga kita yang pertama sudah terselesaikan dengan sukses berat hehehe..
Tinggal mikir lagi untuk project lanjutan besok nih, Bismillah harus semangat dan tetap semangat!! We can do it together, yess!!

Makin ketagihan deh membuat project ini, setelah tugas Bunda Sayang beres rasanya ingin membuat project pribadi ah, untuk menantang kesungguhan dan konsistensi diri sendiri (ceileeh..). Oh iya dikarenakan kita harus segera bersiap untuk menuju puncak acara selanjutnya maka kami segera mandi dan siap-siap mengangkut peralatan yang harus dibawa di acara family camping  PERAK ini.
kami berangkat pukul 10.00 WIB dikarenakan akan membeli bahan-bahan ransum alias cemilan selama disana. Lumayan kan 3 hari 2 malam jauh dari mana-mana maka perbekalan mesti oke pake banget nih. Jadilah kami melipir sebentar ke Toserba Borma yang letaknya di kawasan perdagangan Taman Kopo Indah III, soalnya suami ingin mencoba jalan yang akan dibangun tol Soroja (Soreang-Pasir Koja). Asyiiikk, jadi makin dekat nih kalau pas kami pulang ke Bandung nanti. Nggak perlu macet-macetan di pintu tol Kopo seperti biasanya. Jadi makin merindukan suasana Lebaran deh hehehe...

Beres dari Toserba Borma kami langsung memacu kendaraan kami menuju Ciwidey, tepatnya di Pemandian Air Panas Ciwalini (Rancabali). Nampaknya akan sangat mengasyikan nih nanti bisa berendam cantik di pemandian air panas ini, jadi makin nggak sabar ingi cepat-cepat bergabung dengan teman-teman kami yang sudah lebih dulu berada disana. Sayang selepas terminal Ciwidey kendaraan padat merayap mengakibatkan sedikit kemacetan ditambah kondisi jalannya yang kecil dan sempit makin membuat mobil susah untuk menyalip. Tapi semua ini tidak membuat kami menjadi bad mood malah ayah berinisiatif untuk membuka kaca jendela mobil sehingga udara luar bisa masuk ke dalam ruangan mobil dan menimbulkan kesegaran bagi kami dimana kondisi seperti ini jarang kami temukan di perkotaan. Lucunya mobil kami berpapasan dengan mobilnya Engking dan Enin yang baru saja selesai berendam di pemandian air hangat Ciwalini juga. Oh iya, apa sih yang membuat saya sangat merindukan Kota Bandung tercinta? Yup, salah satunya adalah rindu makan bakso dan mie kocok kaki sapi yang mana rasanya tidak ada yang seenak di Bandung. Duh, jadi terbawa suasana nih disaat dingin-dingin begini paling mantap melahap semangkuk bkaso dengan teh hangat pait, slurrrpp...


Eh, nggak kerasa nih kita sudah sampai di tempat acara PERAK dihelat, Alhamdulillah..
Siap-siap mengosongkan kelas dan belajar bersama dengan teman-teman, para maestro, dan para guru kehidupan kami selama 3 hari 2 malam ke depan. Bismillah...semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kami dalam menyerap semua ilmu yang akan banyak berserakan di acara ini agar kami bisa makin meng-upgrade ilmu kami supaya bisa kami amalkan dan Insya Allah kami ingin membaginya dengan teman-teman disini. Doakan kami ya dan tunggu report selanjutnya dari kami ya..

-Peluk Hangat dari Keluarga SALAM (Semangat belAjar Lewat Aksi Menyenangkan)-

#TantanganHari4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Sabtu, 25 Maret 2017

Our Family Project #1 - Let's Go!

Semangat menjalanai hari yang baru, siaaaapp?? Yesss!!!

Oke, hari ini kami sampai di hari terakhir pemberangkatan ke Bandung, Hooreee...

Setelah selesai melaksanakan aktivitas rutin pagi, kami langsung bersiap pada posisi masing-masing yaitu membereskan benda-benda dan hal-hal yang belum terselesaikan di hari kemarin. Target kami hari ini sudah harus berangkat ke Bandung maksimal sore hari ini. Melihat kondisi rumah sudah rapi dan bersih rasanya tenang sekali untuk meninggalkannya, maklum kalau istrinya pulang ke Bandung biasanya suami lebih banyak menghabiskan waktu di kantor sehingga kadang tidak sempat untuk membereskan dan menata rumah. Maka dari itu saya meminta semuanya untuk ikut terlibat dalam membereskan rumah sebelum ditinggal pergi. Setelah urusan rumah beres dan baju-baju pun siap untuk diangkut ke dalam koper. Lalu kami menyiapkan segala tetek bengek yang sudah diberitahukan oleh panitia untuk dibawa oleh peserta selama acara disana. Mulai dari peralatan makan, peralatan mandi, sepatu olahraga, alat tulis, dll. Oh iya, tidak lupa membawa kado tentunya sebagai hadiah di acara tukar kado dengan para peserta nanti disana. Kami mengusahakan kadonya berupa barang  yang hand made, seperti kakak yang menyiapkan kado berupa kalung manik-manik buatan tangannya sendiri. Sedangkan saya menyiapkan dompet koin rajut, semoga saja yang menerima menyukainya. Setelah itu kami mulai mengeksekusi bahan-bahan cadangan makanan kami, karena saya dan kakak akan tinggal di Bandung sebulan ke depan ini. Pastinya suami akan jarang ada di rumah untuk makan atau mengolah makanan tersebut, daripada mubadzir lebih baik segera kami eksekusi saja untuk diolah dan dijadikan cemilan untuk bekal di jalan.

Karena kami sudah melewati waktu Dzuhur di rumah, akhirnya kami memutuskan menuggu waktu Shalat Ashar supaya tenang di perjalanan. Setelah berangkat dan menyempatkan mengisi nitrogen untuk ban mobil. Saya teringat kalau hari ini mendapatkan undangan acara aqiqah kelahiran putra pertama dari guru menulis kakak di daerah Banyumanik. Kemudian setelah berdiskusi dengan suami akhirnya kami memutuskan untuk memenuhi dulu undangan dari Kak Nungma. Alhamdulillah bayinya lucu sekali dan benar-benar penantian mereka cukup lama juga dalam menanti kehadiran sang buah hati setelah menikah selama 3 tahun 8 bulan ini barulah Allah SWT betul-betul memberikan amanahnya kepada mereka berdua. Duh, kalau lihat bayi baru lahir itu bikin jadi gimana gitu antara nostalgia waktu dulu pertama melahirkan dan bikin kami ingin memiliki lagi anak. Tapi ya semuanya kami kembalikan lagi kepada Sang Pemberi Kehidupan kapan waktu yang tepat untuk mengamanahi kami lagi seorang anak. Mohon doanya ya teman-teman...

Setelah pulang dari acara aqiqah baby Dzaky kemudian kami melangsungkan perjalanan menuju Bandung. Lalu lintas juga terlihat ramai lancar, senang rasanya berkendara full team keluar kota bersama keluarga. Jadi teringat keseruan kami mudik ke Bandung dan Cijulang, rasanya ingin cepat-cepat menemui Bulan Ramadhan. Ternyata tinggal hitungan dua bulan ke depan kita akan bertemu dengan bulan penuh berkah, rasanya mulai dari sekarang kita harus menyusun strategi apa yang akan kita lakukan untuk mengisi bulan ramadhan agar lebih bermakna dan bermanfaat. Rasanya bakalan banyak project keluarga yang akan kami laksanakan nih di bulan ramadhan nanti, Insya Allah. Yang terpenting bagi para wanita jangan lupa segera membayar hutang puasanya ya. Ngomongin bulan ramadhan bikin makin sedih sekaligus bahagia, sedih karena merasa belum ada perubahan yang signifikan dari tahun lalu ke tahun ini dan bahagianya adalah semoga dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat serta ampunan. Ya Rabb, semoga engkau sampaikan kami semua merasakan nikmatnya menjalani ibadah di bulan ramadhan, aamiin..

Tidak terasa sudah pukul 23.00 saat ini dan kami baru saja sampai di Kota Tegal tepatnya suami memutuskan untuk istirahat dan tidur sejenak di SPBU Muri. Kami tidak memburu waktu untuk cepat-cepat sampai Bandung yang penting sampai dengan aman, selamat, lancar, dan barokah. Aamin. Sepertinya saya pun akan memutuskan untuk tidur juga supaya besok bisa fit ke acara Perak di Rancabali-Ciwidey. Doakan kami ya semoga sampai dengan selamat tidak kurang suatu apapun juga. Tidak sabar rasanya ingin segera mengakhiri project kami ini dan segera berganti mengerjakan project selanjutnya. Rasanya kok ketagihan ya, makin membuat  bonding diantara kami bertiga menjadi kuat dan menemukan rasanya berkegiatan bersama yang benar-benar memiliki misi dan kepentingan yang sama. Saling berpegangan tangan dan tentunya saling menguatkan satu sama lain, tidak ada hal yang lebih indah dan berharga selain menghabiskan sepanjang hidup kita menemukan arti dari keluarga merupakan team yang solid dan tempat kita menemukan arti dari tujuan mengapa kita diciptakan oleh Ilahi? Misi apa yang sudah Allah SWT tetapkan untuk kita laksanakan sebagai khalifah fil 'ardhi? Semua pertanyaan ini saya dan suami temukan jawabannya setelah betul-betul memaknai apa sesungguhnya keluarga itu? Semoga ke depannya kami benar-benar bisa menjalankan amanah dari Sang Pencipta melalui keluarga sebagai pijakan awal kami. Bismillah..semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan jalannya. Aamiin...

Selamat malam dan selamat beristirahat ya semuanya, sampai bertemu lagi dengan cerita kami besok. Have a nice weekend, Wassalamu'alaikum wr wb...

#Tantangan Hari3
#Level3
#My FamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Jumat, 24 Maret 2017

Our Family Project #1 - Busy Day

Halo-halo Bandung..
Ibu Kota Priangan
Halo-halo Bandung..
Kota kenang-kenangan
Sudah..lama Beta
Tidak berjumpa dengan Kau..
Sekarang..telah menjadi lautan api
Mari..Bung rebut kembali..

Saking excited  kami akan menuju Bandung, maka saya teringat bahwa hari ini adalah hari peringatan peristiwa Bandung Lautan Api yang biasa warga Bandung peringati setiap tanggal 24 Maret. Tanpa disadari saya pun melantunkan lagu Bandung Lautan Api ini dan entah mengapa membuat dada ini berdegup memompa semangat saya untuk menuntaskan project keluarga kali ini. Memang sebuah lagu biasa membuat yang menyanyi atau pun yang mendengar menjadi bersemangat apalagi ini merupakan sebuah lagu yang bertemakan patriotisme. Makin membuat saya cinta dan bangga lahir dan menjadi bagian dari Tanah Priangan. Dan sepertinya nanti ketika dalam perjalanan ke Bandung saya berniat mengajarkan Tazki untuk menyanyikan lagu ini bersama.

Ok, kembali ke project yang sedang kami laksanakan ya..
Hari ini merupakan hari kedua kami melaksanakan family project yang berjudul Perak to go. Sungguh hari ini sangat hectic  sekali karena kami menargetkan hari ini semua jobdesk kami masing-masing sudah harus terselesaikan. Karena rencanya kami akan berangkat ke bandung pad hari Jum'at ini.Segala aktivitas kami mulai pukul 06.30 WIB, kami sudah ambil posisi mengerjakan list tugas masing-masing. Saya pun menyetrika pakaian dari pukul 06.30-16.00 karena memang baju kami yang harus disetrika cukup banyak juga. Akibat dari kemarin kami menyortir pakaian yang sudah tidak kami pakai lagi namun masih layk untuk diberikan. Rencananya kami ingin mengadakan garage share setelah kami pulang dari Bandung. Kemudian Kakak sibuk membersihkan kamarnya dan merapikan barang-barang yang tidak pada tempatnya dia tata kembali sehingga terlihat rapi dan enak dipandang. Tidak lupa juga Kakak mengerjakan tugas rutinnya yaitu menyiapkan nasi untuk makan kami sekeluarga. Sedangkan Ayah mencuci mobil dan mengecek kondisi mobil agar siap dibawa melintasi jalur pantura menuju kampung halaman kami tercinta.

Sungguh ini merupakan busy day bagi kami karena benar-benar kami mengerjakan segala sesuatunya di hari ini tanpa jeda ataupun istirahat. Ada sedikit rasa lelah menghinggapi masing-masing kami, namun saya perhatikan semuanya terlihat senang, antusias, dan saling terlibat satu sama lain dalam project ini. Apalagi Kakak yang sangat bergembira sekali memasukkan baju-baju kotor kami ke dalam mesin cuci. Semangat sekali menjemur baju dan sesekali mengeceknya apakah sudah kering atau belum, agar bisa segera disetrika oleh Bunda. Sampai pukul 23.05 ini kami minus Kakak karena sudah tidur akibat kelelahan seharian ini. Masih saja tetap terjaga membersihkan rumah, saat ini bagian Ayah yang bertugas membereskan area dapur. Karena sejujurnya sudah hampir 3 bulan ini saya betul-betul malas berlama-lama apalagi memasak di dapur. Sejujurnya sejak anak semata wayang kami memutuskan untuk homeschooling, saya pribadi agak keteteran urusan bersih-bersih rumah dan memasak dikarenakan masih menyesuaikan jadwal kegiatan dengan Kakak. Alhamdulillah makin kesini makin menemukan ritmenya, maka saya meminta suami untuk bersedia membereskan segala tetek bengek yang ada di dapur. Bukan tanpa sebab, karena sudah sebulan ini ada tikus yang berkeliran di dapur yang entah darimana masuknya. alhamdulillah setelah dibereskan oleh suami, dapur di rumah menjadi terlihat lebih rapi, bersih, dan lapang. Terimakasih Ayah...

Oh iya, hal yang sepertinya membuat Kakak sedih dan kecewa adalah karena saya membatalkan rencana kami berangkat ke Bandung hari ini. Hal yang menjadi pertimbangan adalah melihat kondisi suami yang lelah dan sepertinya mengantuk berat. Ditambah akhir-akhir ini setiap kita berangkat malam beliau selalu mengeluh lelah dan gampang capek. Mungkin faktor umur juga dan lagi sepertinya perjalanan pagi atau siang hari lebih nyaman dan menyenangkan ketimbang malam hari. Beberapa hal itulah yang menjadi pertimbangan saya untuk meminta pembatalan pemberangkatan pada malam hari ini. Doakan ya semoga besok pagi kami sudah siap jasmani dan rohani untuk melakukan perjalanan ke Bandung. Aamiin...
#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Kamis, 23 Maret 2017

Our Family Project #1 - PERAK to go


Pagi ini kami mengadakan family forum untuk membahas persiapan menuju family camping Perak di Bandung tanggal 26-28 Maret 2017 yang akan datang. Kami sepakat untuk menjadikan acara Perak sebagai salah satu project keluarga dari mulai persiapan hingga tiba di tempat tujuan. Sungguh ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti acara family camping dan ini membuat kami tidak sabar ingin segera tiba di Bandung. Selain itu memang kami juga merencanakan perjalanan ke Bandung ini untuk mengikuti acara Perak dan sekaligus silaturahmi ke rumah orangtua kami. Tentunya ini membuat anak kami Tazki menjadi bersemangat karena akan bertemu kakek dan neneknya juga di Bandung. Maka dari itu segala sesuatunya perlu dipersiapkan sehingga tidak ada yang tertinggal atau seharusnya dilakukan namun tidak dilakukan.

Oke, ayah langsung mengumumkan bahwa dialah yang akan menjadi Pimpinan Project (Pimpro) dalam project yang dia namakan sebagai "PERAK to go". Kemudian ayah memberikan pemaparan dan rincian jobdesk setiap anggota keluarga.


Sasaran project:
- Melatih prinsip "Finish what you've started". Kita yang menginginkan ikut Perak ini, maka kita harus mewujudkannya sampai benar-benar terwujud
- Melatih kemandirian kakak, ayah, dan bunda
- membuat rumah rapi, tidak ada cucian piring dan baju, lantai sudah dipel, dan seprei sudah diganti sebelum meninggalkan rumah

Waktu yang dibutuhkan adalah 4 hari (23-26 Maret 2017)

Sarana yang dibutuhkan:
Setrika, jerigen berisi cairan laundry dll, beras, magicom, peralatan lainnya.

Dana : Flexibel

Resources:
* Penanggung Jawab Project : Ayah
* Manajer Setrikaan dan Masakan, tugasnya menyelesaikan setrikaan cucian yg sudah kering, serta mengatur menu masakan sesimple mungkin : Bunda
* Manajer Laundry, tugasnya memasukan cucian kotor ke mesin cuci, mengoperasikan mesin cuci, menjemur, dan mengangkatnya ketika kering serta mengontrol ketersediaan cairan laundry : Kakak
* Manajer Magicom, tugasnys membuat nasi, dan mengontrol ketersediaan beras di rumah : Kakak
* Manajer Subbag Umum, tugasnya menyapu dan mengepel rumah sblm berangkat, memastikan tidak ada cucian piring, mengecek kondisi mobil, membetulkan yang rusak, menjaga mood keluarga, mengantar keluarga menuju Bandung, mencari sumber dana, dan menjadi supporting bagi manajer lain : Ayah                  

Indikator sukses:
*Penanggung Jawab : Bisa ikut Perak dengan sukses, tidak ada barang yang ketinggalan dan rumah dalam keadaan rapi
*Manajer Setrikaan dan masakan :
-tidak ada cucian yg belum disetrika
-ketersediaan makanan setiap hari
*Manajer Magicom :
-Nasi selalu ada di setiap waktu makan
-Stok beras ada
*Manajer Subbag Umum :
-sebelum berangkat, rumah dalam keadaan sudah dipel
-tidak ada cucian piring tertinggal
-mobil, mood, dan yang rusak-rusak terselesaikan dengan baik

Setelah ayah memaparkan semuanya mengenai our family project, maka kami segera memulai tugas kami tepat di pagi hari ini mengerjakan semua yang sudah dibuat oleh Pimpro. Alhamdulillah hari pertama project ini terlewati dengan baik dan menyenangkan sekali karena waktu yang terbatas ini harus kami optimalkan semaksimal mungkin. Hingga kakak memutuskan untuk off  segala kegiatan rutin yang sehari-hari ia lakukan. Bunda pun memutuskan untuk off  gadget seharian ini agar waktu tidak terbuang percuma. Ayah pun pulang terlambat karena membantu tugas kakak untuk membeli perlengkapan laundry  yang tinggal sedikit lagi. Untungnya besok ayah sudah mulai cuti sehingga harapan kami adalah bisa berangkat ke Bandung setelah selesai Shalat Jum'at. Bersyukur sekali dalam pelaksanaan project kali ini kami belajar tentang kerja sama, tanggung jawab pada tugas yang telah ditetapkan, dan saling memperkuat bonding satu sama lain dengan saling membantu dan menyemangati. Semoga besok kami bisa menyelesaikan segala sesuatunya sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Tetap semangat sampai akhir, yes!!

#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP