Tampilkan postingan dengan label Gaya Belajar Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Belajar Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 April 2017

Bereksperimen Dengan Henna si Pewarna Kuku

Siang hari ini kami kedatangan banyak tamu dari mana-mana, baik yang memiliki hubungan kerabat maupun yang tidak sama sekali. Kebetulan hari ini tepat hari ke tujuh meninggalnya almarhumah nenek saya sehingga banyak orang yang berdatanganan ke rumah. Meskipun kami sekeluarga tidak melakukan tradisi tujuh harian namun keluarga di kampung masih melakukannya. Karena banyak kerabat yang datang maka banyak pula anak-anak kecil yang datang ke rumah kami dan tentunya membuat Kakak senang. Setiap sudut dijelajahi oleh para bocah sambil berlarian dan tertawa saling bersenda gurau.

Kakak walaupun usianya baru menginjak 8 tahun namun sedari kecil senang menjadi leader dalam grup permainannya. Sehingga terkadang anak yang usianya lebih tua daripada Kakak bisa mengalah untuk mengikuti segala instruksi Kakak. Karena dua hari ini saya memperbolehkan Kakak untuk download permainan yang bertemakan tentang 'Salon' maka ia pun dengan para bocah masuk ke kamar almarhumah nenek saya untuk bermain salon-salonan menggunakan alat-alat yang mereka temukan di kamar. Saya pribadi tidak bisa membersamai mereka dikarenakan sibuk menerima para tamu yang datang ke rumah. Namun saya sesekali melihat mereka dari kejauhan sembari saya menguping beberapa pembicaraan mereka.

Pas ketika rombongan Enin dan Nenek (ibu dan tante saya) baru tiba setelah melewati perjalanan Bandung-Cijulang. Barulah saya berkesempatan berbincang bersama Kakak secara langsung. Saya bertanya apa saja yang Kakak lakukan dengan teman-teman ketika sore hari tadi. Kakak bercerita dia bermain peran bersama teman-temannya. Kakak menjadi pemilik salon dan sebagai perias wajah. Saya tidak bisa menyembunyikan ekspresi saat itu dan saya pun tertawa. Kemudian Kakak bercerita ketika bermain di kamar nenek saya, dia menemukan sebuah pasta yang ternyata itu adalah henna untuk mewarnai kuku. Karena tidak tahu itu digunakan untuk apa, mereka pun mencoba menuliskan henna pada kertas dan berakhir di atas kulit tangan dan jari-jari serta kuku mereka. Ternyata itu membuat Kakak senang karena ketika mencoba henna tersebut tiba-tiba kulit dan kuku tangannya menjadi berwarna orange. Akhirnya Kakak pun meminta saya untuk menjelaskan mengenai henna tersebut dan berakhir dengan obrolan panjang hingga membuatnya lelah dan tertidur.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Kamis, 27 April 2017

Reading A Loud

Sepertinya hari ini saya berencana untuk melakukan aktivitas reading a loud  bersama Kakak. Sebenarnya sudah ingin mengeksekusi dari dua hari yang lalu, namun baru sekarang bisa terlaksana. Kami mengunjungi rumah tante saya yang kebetulan rumahnya bersebelahan dengan rumah almarhumah nenek saya untuk mencari buku bacaan yang akan kami baca. Kebetulan beliau membuka sebuah lembaga pendidikan di rumahnya dan terdapat beberapa buku yang menarik untuk dibaca. Setelah mencari-cari beberapa judul buku akhirnya kami menemukan buka yang menarik minat kami untuk kami baca.

Saya membacakan pertama kali dengan suara sedikit lebih keras dibanding biasanya, kemudian saya minta Kakak untuk mengulangi apa yang saya bacakan dan menceritakan kembali tentang apa yang dia dengar. Hasilnya bagaimana? Wah, membuat saya tidak berhenti tersenyum dan menahan tawa karena terkadang apa yang saya bacakan dengan yang Kakak ulangi mengalami sedikit perbedaan redaksi dan tentunya penambahan beberapa cerita yang menjadi imajinasinya. Tidak menjadi soal  bagi saya, yang terpenting 70%-80% Kakak mengerti apa yang saya bacakan dan bisa mengulangi kembali cerita tersebut.

Alhamdulillah..sejauh ini semuanya berjalan lancar dan menyenangkan bagi kami karena kami bisa tertawa terbahak-bahak ketika mengoreksi kembali isi buku tersebut yang oleh Kakak diulangi menurut pemahamannya.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Rabu, 26 April 2017

Bersepeda Keliling Kampung

Suasana pagi di Cijulang berselimut mendung dan udara terasa agak dingin tidak seperti biasanya. Pagi ini agenda saya adalah mencuci baju walaupun rasa malas melanda karena melihat matahari tertutup awan kelabu. Setelah cucian beres agak kaget juga karena melihat Kakak masih berbaring di tempat tidurnya. Sepertinya Kakak tidur kembali setelah melaksanakan Shalat Subuh tadi. Akhirnya saya bersiap-siap untuk pergi ke pasar membantu Engking membuka toko, karena ada beberapa spot yang harus kami bongkar dan bereskan supaya terlihat lebih rapi penataannya. Kata Engking nanti siang akan ada tukang yang akan memasang televisi di toko supaya ada hiburan.

Setelah 2 jam membantu Engking di pasar, tiba-tiba Kakak datang ke toko menyapa kami dan melaporkan bahwa dia sudah mandi dan sarapan. Akhirnya Engking meminta kami untuk membantunya membuka celengan dan menghitung isinya yang ternyata berisi uang logam pecahan Rp 1,000,-. Wah, bisa nih menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pembelajaran untuk Kakak. Oke, Kak kita hitung uang ini sampai berjumlah sepuluh buah. Lumayan juga jumlah koinnya banyak hingga mencapai nominal 2 juta lebih. Namun, terlihat dari binar matanya jika Kakak tidak terlalu menyukai aktivitas ini. Kemudian tidak berapa lama Kakak pun pamit untuk pulang ke rumah karena bosan. Saya pun mengantarnya hingga ke rumah dan ketika sampai di rumah tiba-tiba Kakak membuka kamar gudang dan melihat ada empat sepeda yang mana salah satunya adalah sepeda khusus untuk perempuan dewasa. Kakak mencoba untuk mengeluarkan sepeda tersebut dari gudang menuju garasi sendirian dan terlihat jelas dia sangat menyukai sepeda berwarna biru muda tersebut. Kakak meminta izin saya untuk mencoba sepeda tersebut berkeliling kampung. Saya pun mengizinkan dan ternyata belum jauh dari rumah tiba-tiba Kakak terjatuh dari sepeda sebab ukuran sepedanya terlalu tinggi sehingga membuat Kakak tidak bisa mengendallikan sepeda tersebut. Ada gurat kecewa di wajahnya karena merasa tidak mampu mengendarainya, namun selang beberapa menit Kakak kembali menuju gudang dan mengambil sepeda yang lainnya untuk dicoba kembali tapi setelah di cek ternyata sepeda yang kedua ini remnya tidak berfungsi.

Saya tidak tega membiarkannya mengendarai sepeda tersebut tapi saya mencoba menahan diri untuk melarangnya. Maklum Kakak biasa rutin berolahraga selama di Semarang jadi dia merasa terfasilitasi dengan adanya sepeda tersebut. Karena hari ini dia sedang tidak ingin mempelajari sesuatu maka saya memberikan kebebasan untuk Kakak bersepeda keliling kampung sembari mengenal local wisdom disini. Ternyata Kakak berkenalan dengan anak perempuan setempat yang berusia 12 tahun dan mengajaknya bersepeda dan mengajaknya untuk menginap di rumah nanti malam. Wow, Kakak selalu bisa dengan mudah mendapatkan kenalan baru dimana pun, nampaknya ini adalah kelebihannya yang mana orang bilang itu adalah SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). Dan benarlah malam ini teman barunya yang bernama Siska itu pun datang ke rumah bersama nenek dan kakeknya untuk bermalam di rumah. Baiklah, ayo kita sambut teman baru Kakak dengan hangat...
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP 

Selasa, 25 April 2017

"Apa Yang Terjadi Setelah Mati, Bunda?"

Kira-kira apa yang terlintas di benak kita kala sang anak menanyakan perihal pertanyaan tersebut??
Bingung dan tentunya membuat kita sejenak berpikir keras mencari jawaban yang bisa dijelaskan kepada anak dengan bahasa yang tentunya mudah ubtuk dipahami oleh anak kecil. Ya, seperti itulah saya merasakan kebingungan tersebut apalagi Kakak beberapa hari ke belakang ini melewati hari berkabung di Cijulang. Pastinya sedikit banyak pertanyaan tersebut adalah rasa penasarannya selama ini mengenai kemana kita setelah mengalami kematian. Disaat anak bertanya tentang suatu hal maka kita sebagai orangtua sebisa mungkin menjawab pertanyaan sang anak dengan benar dan serius. Hindari memberikan jawaban yang asal-asalan, tidak serius, sok tahu, dan tidak memberikan informasi yang sebenarnya. Kalau pun kita tidak tahu jawabannya maka jujurlah kepada anak bahwa kita saat ini belum mengetahui jawabannya, akui bahwa kita memang tidak tahu dan ajak anak untuk mencari tahu agar mendorong rasa keingintahuannya.

Saya mengajak Kakak ke rumah adik dari almarhumah nenek saya kebetulan rumahnya bersebelahan dengan rumah nenek saya dan di rumahnya terdapat wifi sehingga kita bisa mudah mendapatkan akses internet. Kita pun duduk di ruang tamu dan saya menjelaskan kepada Kakak bahwa orang hidup itu pada akhirnya akan menjumpai kematian dan setelah mati maka manusia akan berada di alam barzah (kubur). Pertanyaan pun akhirnya banyak terlontar dari Kakak mengenai "kenapa orang mati harus dikubur?", "di dalam kuburan itu kita ngapain?", "kenapa manusia lama-lama menjadi tanah setelah dikubur?', dll. Saya pun akhirnya mengarahkannya untuk bersama-sama mencari jawaban dengan menggunakan media Youtube dengan mengetikkan keywords yang akan dicari. Alhamdulillah...ternyata ada video yang menjelaskan mengenai apa yang terjadi setelah kematian. Kemudian kami pun sama-sama menonton video tersebut dan Alhamdulillah videonya itu kartun dan bahasa yang digunakannya juga sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Setelah menonton video tersebut barulah Kakak mulai mengerti sedikit banyak mengenai apa yang akan terjadi setelah kematian.

Adanya kemudahan teknologi membuat saya sebagai orangtua yang memiliki anak homeschooling menjadi lebih mudah dalam membersamainya belajar mengenai banyak hal. Ditambah Kakak lebih mudah jika belajar sambil melihat dan praktek langsung sehingga adanya internet memudahkan kami untuk belajar dan mencari tahu mengenai informasi banyak hal.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Senin, 24 April 2017

Bermain Peran Sebagai Kurir Antar Barang

Rencananya keluarga besar kami akan bertolak ke Bandung hari ini, namun Saya, Kakak, dan Engking masih harus tinggal beberapa hari lagi disini untuk mengurus toko yang ditinggalkan oleh almarhumah nenek saya. Lumayan melelahkan juga hari ini karena kami melakukan operasi bersih di toko untuk membereskan barang-barang yang sudah lama tidak terpakai namun masih tersimpan di dalam toko sehingga membuat ruangan toko terlihat sempit. Namun, ketika dari pagi hingga menjelang waktu dzuhur terlihat Kakak tertidur di pojokan kursi dalam toko. Sepertinya ia kelihatan tidak bersemangat dan kurang enak badan. Setelah saya menghampirinya dan memegang keningnya ternyata badannya hangat, sepertinya ia masuk angin karena semalam tidur langsung di bawah kipas angin. Tidak berapa lama ia pun terbangun karena mendengar suara adzan dan langsung menghampiri kami yang sedang sibuk membereskan toko dan langsung bergabung dengan kami.

Karena beberapa hari ini yang terlihat kuat adalah gaya belajar kinestetiknya, maka saya berpikir untuk melatih gaya belajar auditorinya yang cenderung lemah dengan cara memberikannya instruksi dalam pesan suara langsung. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang dahulu ke rumah sekalian menunaikan shalat dzuhur. Setelah itu saya menghampirinya dan mengobrol sebentar kemudian memintanya untuk melaksanakan apa yang saya instruksikan. Sengaja tidak saya tuliskan pesannya di atas kertas memo karena tujuan saya adalah ingin melatih kemampuan auditorinya. Pertama saat ia mendengarkan instruksi saya terlihat seperti yang mengerti, namun setelah saya beres memberikan instruksi ternyata ia meminta saya untung mengulang kembali apa yang sudah saya katakan barusan. Oke, saya ulangi lagi dengan jelas dan tidak terburu-buru. Pesan yang saya sampaikan sangat sederhana sekali karena saya hanya memintanya untuk "Kak, tolong minta uang ke Engking Rp 40,000,- buat beli gas dan minta plastik ukuran 1/2 kg". Setelah saya mengulangi hingga dua kali dan Kakak langsung pergi ke pasar ternyata belum juga 5 menit ia sudah kembali lagi untuk meminta saya mengulangi kembali instruksi yang tadi saya katakan. Saya berusaha untuk tidak buru-buru jengkel karena memang gaya belajarnya tidak dominan di auditori sehingga pastilah akan merasa kesulitan. Setelah saya mengulangi lagi instruksinya, kemudian saya bekali dia dengan contoh plastik ukuran 1/2 kg tersebut. Barulah setelah itu Kakak pergi dan beberapa menit kemudian kembali dengan membawa pesanan yang saya katakan tadi. Alhamdulillah....saya katakan terimakasih dan memeluknya karena sudah bersedia saya mintai tolong.

Dari sini saya belajar bahwa sekuat apapun tipe belajar kita, tetaplah kita harus bisa melakukan semua tipe gaya belajar. Mengapa? Karena saya sendiri pun tidak terlalu menguasai gaya belajar secara online dan membaca materi melalui sebuah media tanpa suara. Tapi karena dalam mengikuti perkuliahan di IIP ini kami para member difasilitasi oleh Bu Septi belajar dan mendapatkan ilmu salah satunya dengan cara online sehingga mau tidsak mau pun saya harus bisa beradaptasi agar bisa mengikuti perkulihan ini dengan maksimal tidak ketinggalan materi. Begitu juga dengan Kakak, walaupun gaya belajarnya dominan di kinestetik dan visual. Tetap saja gaya belajar auditorinya harus digunakan walaupun tidak menjadi gaya belajar yang sering dilakukan. Semoga dengan ini saya bisa makin mengerti dan memaklumi Kakak yang tentunya ada perbedaan sedikit dari gaya belajar saya sebagai fasilitatornya.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Minggu, 23 April 2017

Day 2 in Cijulang

Hari ini masih merupakan hari berkabung di rumah Almarhum nenek saya. suasana duka sedikit banyak masih terasa.. kami semua banyak berdiam di rumah duka, namun tidak dengan Engking.. Beliau langsung menuju warung tempat almarhumah biaasa berjualan.. menurut beliau, warung tersebut harus tetap berjalan karena ada orang lain yang menggantungkan nasibnya pada usaha tersebut.. maka berangkatlah beliau ke pasar tempat warungnya berada yang kebetulan tempatnya tidak terlalu jauh..
Setibanya di warung sudah ada Teh Yanti dan Uti, pegawai yang telah belasan tahun bekerja kepada almarhumah.. Mereka inilah yang menjadi motivasi Engking untuk terus menjalankan warungnya.. saya dan suami mengantarkan beliau ke warung sekaligus melihat-lihat kondisi pasar.. pasar tersebut menjadi salah satu tempat favorit saya sejak kecil tiap kali mudik ke Cijulang karena saya bisa mengambil banyak makanan atau cemilan di warung nenek saya.. bagi anak kecil,, punya nenek yang berjualan itu adalah surga, karena bisa bebas ambil jajanan.. (dasar pemikiran bocah, hehehe.). belakangan, kebisaan tersebut rupanya menurun ke Kakak karena nenek saya memang suka mentraktir saudara dan kerabat jauh yang berkunjung ke warungnya.. 
\
Engking langsung fokus ke pencatatan keuangan warung, seperti hutang piutang, posisi kas, mempelajari harga barang, tak lupa untuk menjalin relasi dengan pelanggan almarhum.. Engking terbantu banyak karena selain memang tipe beliau mudah akrab dengan orang, beliau juga merupakan putra daerah asli situ sehingga pelanggannya pun banyak yang merupakan teman masa kecilnya.. lain Engkin lain lagi dengan suami.. suami saya langsung mengamati kondisi warung dan dagangan warung.. tak lama kemudian, suami saya berbisik kepada saya bahwa ternyatma banyak hal yang harus dibenahi.. mulai dari lampu yang mati, plafon yang bolong karena tikus, kunci gudang yang harus diganti, makanan yang expired, dan lain sebagainya.. kondisi etalase pun tidak begitu eye catching di mana penataan antara makanan dengan kebutuhan sehari-hari diletakkan bersebelahan..lalu kami pun sepakat untuk membantu Engking membereskan warung..

kami membagi tugas, saya bagian mengumulkan sampah sedangkan suami saya bagian sortir barang yang sudah expired, menata display etalase, serta mengumpulkan barang yang masih bisa diretur.. selang beberapa lama kami berjibaku, datanglah Kakak ke warung dengan niat awal ingin mengambil jajanan.. kami mencegahnya dan memberikan pemahaman bahwa sekarang keadaannya sudah berbeda, sudah tidak ada lagi yang traktir.. sekarang harus menggunakan hitungan dagang karena business is business, dan ada pegawai yang harus diberi gaji.. Alhamdulillah Kakak mengerti dan malah ikut membantu beres-beres.. saya bersyukur sekali karena Kakak memiliki kesenangan untuk beres-beres, seperti suami saya.. Dia sangat cekatan sekali membereskan meja, menyapu lantai, membantu Engking menyortir uang logam, dan lain-lain.. Subhanallah.. 

Hasil pengamatan saya pada cara belajar Kakak hari ini tidak terlalu banyak karena sebagian besar hari ini saya habiskan di warung untuk beres-beres.. namun dari sedikit waktu saya bersama Kakak, saya melihat bahwa keterampilan kinsestetik kakak sangat menonjol terutama saat beres-beres.. Kakak juga memiliki inisiatif ketika melihat bahwa semua sedang bekerja,, yang mana inisiatif ini kurang muncul ketika hanya mendengar bahwa semua sedang bekerja.. sehingga keterampilan kinestetik dan visual anak saya dominan terlihat pada kegiatan singkat tersebut.. 

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Sabtu, 22 April 2017

Lessons in a Cloudy Day

Pukul 03.00 WIB.. Kami dikagetkan dengan adanya kabar yang sangat mengejutkan.. Nenek saya yang tinggal di Cijulang, suatu kecamatan di Kabupaten Pangandaran telah meninggal dunia.. Innalillahi wainna ilaihi rooji'un.. kami semua yang ada di rumah terkejut dan segera diputuskan pagi itu juga kami sekeluarga berangkat ke Cijulang untuk mengantarkan Nenek kami ke peristirahatan terakhirnya..

Saya memandikan Kakak untuk segera mencuci  muka dan mempersiapkan baju yang akan dibawa.. dengan segera Kakak langsung menuju kamar mandi.. namun tak lama kemudian, kakak kembali ke kamar dalam keadaan menggigil.. ketika ditanya, ternyata Kakak langsung mandi, padahal perintahnya adalah cuci muka.. tapi baguslah,, jadi dia tidak harus mandi lagi nanti.. hehehe..

selepas Sholat Subuh kami bergegas menuju Cijulang.. Ayah saya yang menyetir, dan karena ini darurat maka nyetirnyapun lebih cepat dari biasanya.. well, kurang baik sih sebenarnya,, tapi karena darurat maka apa boleh buat. saya hubungi pak Suami yang sedang berada di Semarang dan tak lama kemudian beliau pun segera menyusul kami ke Cijulang..

Alhamdulillah rombongan saya dan keluarga saya tiba di rumah nenek kami pukul 11.30 WIB.. suasana saat itu lumayan ramai,, kami pun segera mengambil air Wudlu dan segera menyolati Almarhumah.. Almarhum dikebumikan setelah solah Dzuhur dengan diiringi kerabat dan tetangga.. sekilas saya memandang Kakak, dan terlihat dia serius sekali memperhatikan setiap tamu yang datang, jenazah almarhumah, mendamingi neneknya ngobrol dengan para tamu yang datang, memandangi keranda jenaah,, bahkan dia ikut saat mengiringi jenazah ke pemakaman..serius sekali dia dalam memperhatikan..

setelah acara pemakaman selesai, kami berkumpul kembali ke rumah duka.. lalu kami terlibat pembicaraan dengan sanak saudara yang jarang sekali bisa berkumpul kecuali lebaran atau ada momen seperti ini.. dari hasil pembicaraan itu, ada info tentang taman baru di dekat situ yang biasa dijadikan orang-orang dan anak-anak berkumpul di sore hari.. kebetulan Kakak juga sudah mulai jenuh di rumah, maka saya langsung saja mengajak Kakak berkunjung ke taman tersebut..

setibanya kami di sana, kami disuguhkan taman yang cukup ramai.. tapi pandangan Kakak langsung tertuju pada alat Gym (ainan dari besi yang berbentuk seperti alat-alat kebugaran di gym).. ada kurang lebih 9 (sembilan) alat di sana.. dia pun langsung berlari menuju alat-alat tersebut dan langsung mencobanya satu persatu.. nampaknya dia memang senang sekali bergerak dan mudah sekali melakukan gerakan fisik, terlihat dari dia dengan lincahnya menggunakan alat-alat tersebut.. bahkan ada salah satu alat angkat beban yang bahkan tantenya saja tidak bisa mengangkatnya namun dia malah bisa mengangkatnya.. dan dia sangat senang sekali selama bermain di sana..

tak terasa akhirnya kami harus segera kembali ke rumah.. Kakak pun akhirnya pulang dengan enggan.. di perjalanan pulang kami bercerita tentang keseruan hari ini.. di luar dugaan, ternyata dia bisa menceritakan semua yang dia alami hari ini mulai dari bangun lalu tiba-tiba mandi, lalu tiba di cijulang dan meneritakan semua yang dia lihat (secara detail bahkan), hingga perasaan seru yang dirasakannya ketika bermain di taman.. 

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Jumat, 21 April 2017

Jalan-Jalan Ke Taman Skater Bandung

Sejak Bapak Ridwan Kamil menjabat sebagai Walikota Bandung beberapa tahun lalu, banyak sekali perubahan yang terjadi di Kota Bandung. Salah satunya adalah pembuatan beberapa taman dan salah satu dari beberapa taman yang ada di Kota Bandung adalah Taman Skater dimana taman ini digunakan oleh komunitas skateboard dan roller blade untuk berlatih menyalurkan hobi mereka. Saya bersama anak mengunjungi Taman Skater ini yang berlokasi di bawah fly over Pasupati. Kebetulan siang itu beberapa anak muda berlatih skateboard dan roller blade. Tidak disangka ternyata anak kami sangat antusias sekali melihat komunitas ini berlatih, apalagi sebulan yang lalu anak kami mendapat sebuah hadiah roller blade dari Engking dan Enin. Klop deh ketika Kakak melihat ada dua orang yang sedang berlatih roller blade Kakak langsung mengawasi setiap gerakan lincah mereka saat bersepatu roda. Sesekali Kakak menirukan gerakan mereka di pinggir sambil terus menonton dan memperhatikan dengan seksama.

Memang hobinya adalah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan olah fisik dan Kakak sangat antusias jika diajak berolahraga apalagi kalau olahraga tersebut adalah yang dia sukai maka akan terlihat binar di matanya. Kakak termasuk anak yang cepat bisa ketika dia menyukai suatu hal dan memang dari kecil terlihat bahwa Kakak adalah anak yang memiliki kemampuan kinestetik. gaya belajarnya pun adalah tidak bisa diam dan duduk manis di tempatnya. Setiap kami memaksanya untuk duduk manis dan fokus mendengarkan selalu ia mengeluhkan lelah dan capek. Nampaknya ia memiliki energi yang berlebih jika bergerak kesana kemari ketimbang kami memintanya untuk duduk tenang. Setiap dia penasaran dengan sesuatu selalu harus langsung mencobanya saat itu juga. Keinginannya untuk mempraktekkan kadang sulit untuk dibendung. Selain itu Kakak adalah anak yang kuat dalam visualisasi ketimbang auditory. Dia harus melihat langsung mengenai suatu hal sebelum langsung mempraktekkannya. Karena merasa lebih jelas ketika ia dapat melihat langsung sesuatuyang menarik hatinya.

Dalam menghapalkan sesuatu pun tidak bisa hening apalagi tenang, Kakak selalu menghapal dengan cara diucapkan berulang-ulang dengan suara keras dan kadang berteriak. Ketika saya mengajarkannya menghapal doa-doa pun harus selalu diulangi dengan suara keras dan berulang kali. Sangat tidak suka membaca buku yang isinya penuh dengan tulisan ketimbang gambar-gambar. Kurang senang dibacakan buku cerita, kalaupun kita mau membacakan buku, maka diapun harus ikut melihat dan membaca langsung cerita tersebut dalam buku yang sedang diceritakan. Sepertinya untuk meyakinkan dirinya bahwa yang dibacakan adalah sesuai dengan teks aslinya. Pada akhirnya setiap dia penasaran dengan suatu hal, yang saya lakukan adalah sama-sama mencari sumber ilmu dari buku-buku, mengajaknya langsung ke tempat yang memang dapat memberikan info dan gambaran dari apa yang ingin diketahui oleh Kakak, dan jalan terakhirnya adalah mencarinya dengan cara mencari di google atau di youtube. Baru setelah mengamati biasanya langsung action untuk mengeksekusi apa yang sudah dia lihat dan pelajari.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Kamis, 20 April 2017

Menemukan Dan Memahami Gaya Belajar Anak

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Hip..Hip..Horeee..
Semangat!! Semangat!!

Setelah seminggu vakum dari kegiatan memposting tantangan tugas di perkuliahan Bunda Sayang. Kini saatnya kita masuk pada materi keempat, yaitu tentang Mengenal Gaya Belajar Anak. Yup, adakah para bunda yang sudah menemukan apa sih gaya belajar anak-anak di rumah? Jika ada yang belum menemukan gaya belajar anak-anak kita, maka don't worry anada tidak sendirian karena saya pun masih merasa belum menemukan gaya belajar yang dominan digunakan oleh anak kami dalam kegiatan belajarnya sehari-hari. Bersyukur sekali ketika Bu Septi memberikan materi keempat di awal pekan ini, yang mana materinya sangat pas untuk kondisi yang sedang kami hadapi di masa transisi anak kami dari yang tadinya bersekolah dan tiba-tiba memilih untuk homeschooling bersama kami orangtuanya di rumah. Percayalah, ini membuat kami merasakan kebingungan yang luar biasa karena memang sesuatu yang dipilih anak kami adalah pilihan yang menurut kami sangat 'tidak biasa' dan asing untuk kami pribadi. Bagaimana kami yang notabene adalah jebolan produk pendidikan sekolah formal dimana kami sudah biasa belajar dan mempelajari sesuatu yang sudah disediakan oleh sistem pendidikan yang terstruktur harus mendampingi anak kami sebagai fasilitator belajarnya. Wow!! Rasanya seperti kami belajar kembali merekonstruksi sistem dan pola pendidikan yang kami terima dahulu. Ada yang kami pertahankan untuk nantinya kami modifikasi ada sebagian yang kami buang karena dirasa kurang efisien untuk mendorong keingintahuan anak akan segala ilmu pengetahuan.

Setelah saya pikirkan kembali mengenai langkah apa yang harus saya ambil terlebih dahulu terkait mengidentifikasi mengenai gaya belajar anak kami. Maka, yang harus kami sebagai orangtua lakukan adalah mengenali dan paham betul mengenai diri kita sendiri dan pasangan tentunya. Selanjutnya barulah kita dapat mengidentifikasi dan memahami mengenai keseluruhan anak-anak kita. Bukankah sebelum mengenali orang lain terlebih dahulu, alangkah bijaksana jika kita yang terlebih dahulu mengenal baik siapa sesungguhnya diri kita. Akan lebih mudah bagi kita untuk mengidentifikasi anak-anak kita ketika kita sudah lebih dahulu mengenal diri dan pasangan kita dengan baik. Karena apa? Anak-anak kita merupakan miniatur diri kita, pasangan kita, dan bisa jadi kombinasi antara kita dengan pasangan kita. Setelah kita mengenal dengan baik diri kita serta pasangan kita, maka kita akan lebih mudah untuk mengenali dan mengidentifikasi segala hal tentang anak-anak kita. Bisa jadi kita akan lebih faham mengenai kebutuhan emosinya, mempraktekan dengan baik komunikasi produktif kita dengan anak karena kita mengetahui cara efektif berkomunikasi dengan mereka. Sebab antara anak satu dengan anak yang lain akan berbeda cara memperlakukannya, cara belajarnya, cara berpikirnya, dsb.

#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP